Search

Jumat, 21 Desember 2012

Menjadi Seorang Wirausahawan Yang Sukses by Stevanus ALK




        Wirausaha adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha perlu memiliki kesiapan mental, baik untuk menghadapi keadaan merugi maupun untung besar. Sehingga seorang wirausaha harus mempunyai karakteristik khusus yang melekat pada diri seorang wirausaha seperti percaya diri, mempunyai banyak minat, bisa bersepakat, mempunyai ambisi, berjiwa penjelajah, suka mencoba sesuatu, dll

Berikut ini adalah pengertian dan definisi wirausaha menurut beberapa ahli:

# JOSEPH C. SCHUMPETER
Wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut  

# RAYMOND W.Y. KAO
Wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu gagasan menjadi realita.
 

# RICHARD CANTILLON
Wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi
 

# SCHUMPETER
Wirausaha merupakan inovator yang tidak selalu menjadi inventor (penemu)
 

# SYAMSUDIN SURYANA
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan.
 

# PRAWIROKUSUMO
Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup

NOTE :
                      Dalam hidup ini ada orang yang sudah terlahir dengan serba kecukupan dan ada yg terlahir serba kekurangan. Jika Anda ingin hidup,Anda akan memilih hidup dimana?? Kita tahu sangatlah enak hidup di keluarga yang serba berkecukupan dan sudah ada jalur untuk masa depan. Tapi saya bersyukur walau saya lahir di keluarga yang kurang mampu,membantu saya memutar otak saya untuk memperbaiki masa depan saya. Yang membedakan adalah semangat hidup kita masing-masing. Kita tidak perlu harus minder dengan kekurangan kita,tapi jadikan kekurangan itu sebagai senjata mu. Roda hidup itu berputar,Tuhan tidak berkehendak kita hidup di bawah terus,pasti Tuhan kasih jalan buat kita untuk naik ke atas asal kita selalu beryukur. Kenali diri Anda dan kemampuan yang Anda punya,kembangkan walau menurut orang lain itu teknik yang sederhana. Semua manusia itu sama,pertanyaaanya kenapa saya tidak seperti Dia??  Mental yang lemah dan Ketidak bersyukuran kita hanya membuat kita makin lemah dan jauh dari hidup sukses..
 

              Anda mungkin lulusan dari pendidikan yang rendah dan lahir dari keluarga biasa,tapi yakinlah jika mental kamu kuat kamu lah sang juara. Tuhan sudah memberikan kita budi pekerti,dan akal untuk dapat kita pergunakan sebaik mungkin..manfaatkanlah itu!!

Pandangan Dasar Wirausaha dan Wiraswasta?
"Successful people know how to build a strong foundation from the bricks other people have thrown at him." 
Jiwa kewirausahaan ada bagi orang-orang yang bermental wirausaha. Artinya tidak semua orang memiliki mental atau jiwa wirausaha di dalam diri, dan bukan pula diartikan hanya sekedar orang yang memiliki usaha dan menjalani seadanya, namun makna wirausaha lebih dalam pemahamannya dari pada konsep konvensional yang banyak dipahami oleh kalangan umum.

Secara filosofis, wirausaha berasal dari bahasa Yunani ; wira = manusia unggul, pejuang, usaha = tindakan/perbuatan terhadap sesuatu. Jika dirunut memiliki arti, “manusia unggul yang bertindak atas sesuatu”.

Perhatikan kata “manusia unggul”,dalam konteks kewirausahaan apakah semua orang dipandang merata sebagai manusia unggul? Lalu indikator apa yang menentukan seseorang bisa disebut sebagai manusia unggul? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab melalui beberapa prinsip yang nantinya akan membangun sebuah pemahaman (sebut: restrukturiasasi persepsi) .

Pertama, Semua orang tidak dipandang sama dalam hal kemampuan, kepribadian ataupun pernyataan sikap. Sebab, manusia itu sangat unik, memiliki warna-warna yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Kedua, dalam konteks kewirausahaan, indikator yang membedakan antara manusia unggul dengan yang lainnya yaitu mental. Mental mempengaruhi sikap manusia terhadap suatu objek dan juga mental mempengaruhi cara pandang (persepsi) manusia.

Dengan demikian pemahaman wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa/mental dan kemampuan untuk menciptakan, mencari dan memanfaatkan peluang dalam menuju apa yang diinginkan. Wirausaha lebih bermain pada konteks mental atau pun jiwa dan cara memanfaaatkan peluang.

Jika dihubungkan dengan wiraswasta, banyaknya pemahaman konvensional menyamakan pemahaman wirausaha sama dengan wiraswasta, Banyak perdebatan dan teori-teori atas pembedaaan antara dua variabel yang kebanyakan orang memahaminya serupa, namun pada dasarnya berbeda. Wiraswasta cenderung pada tataran memanfaatkan modalnya terhadap usaha yang akan dijalaninya.  
Artinya wiraswasta adalah seseorang yang memanfaatkan modal yang dimiliki untuk membuka suatu usaha/bisnis tertentu. Saya akan beri analogi (mendukung teori Taufik Baharudin FE-UI) untuk mendalami pemaknaan konsep tersebut.
Contoh 1, Bapak Puji saat ini adalah wirausahawan yang sukses dengan jabatan manajemen strategis di salah satu BUMN ,namun sebelumnya dia hanya seorang pekerja di level teknis lapangan karena dia konsisten bekerja dengan baik serta mampu melihat peluang promosi jabatan di perusahaan akhirnya dia diangkat sebagai manajer. Bapak Puji sudah dikategorikan sebagai wirausaha karena jiwa atau pun mental memanfaatkan peluang dan potensinya yang pada akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan.

Contoh 2, Bapak Faid memiliki modal  untuk membuka usaha dan saat ini dia telah membuka outlet pakaian di Mall Jatos,namun tahun demi tahun outletnya tidak kunjung bertambah. Bapak Faid dikatakan seorang wiraswasta sebab Bapak Faid lebih mengandalkan modal yang dimiliki untuk menjalankan usahanya tanpa adanya jiwa kematangan dalam pemanfaatan potensi serta peluang dan manajerial yang baik.

Contoh 3, Bapak Apoy memiliki modal usaha yang cukup dari keluarganya dan memanfaatkan potensi komoditas tahu di wilayahnya Sumedang sehingga dia saat ini telah memiliki outlet-outlet franchise “tahu sumedang ala Bang Apoy” yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Bapak apoy dikategorikan sebagai wirausaha.

Jika contoh 1 dan 2 jelas pemaknaannya,coba perhatikan pada contoh 3, Bapak Apoy orang yang cukup kaya/bermodal, mampu memanfaatkan peluang yang ada, dia bukan disebutkan sebagai dualisme pemaknaan (wirausaha dan wiraswasta) tapi cukup dengan menyebutnya sebagai seorang wirausaha karena “seorang wirausaha bisa dikatakan wiraswasta namun wiraswasta belum tentu seorang wirausaha”.

Who really I am??

             Ada peribahasa mengatakan tak kenal maka tak sayang. Jika direfleksikan pada pribadi masing-masing, sejauh mana sih kita telah mengenal diri kita selama ini? Kita sering berpikir bahwa kita lah yang paling mengerti tentang diri kita sendiri. Hanya saja pada kenyataannya kita sering merasa salah melangkah atau salah mengambil keputusan dalam hidup.
        

             Menurut Rudi Widiyanto, M.Psi, Psikolog, potensi diri merupakan bukti eksistensi kita di dunia. Tanpa kita sadari potensi diri atau yang kita sebut dengan talenta merupakan bentuk kepercayaan dari Sang Pencipta kepada kita agar dapat dikembangkan bagi kebaikan diri kita dan sesama. Pengenalan akan potensi diri sejak dini diperlukan untuk menentukan tujuan hidup kita. Hal tersebut juga merupakan langkah awal sebelum kita dapat mengembangkan diri. 

1. Bersikap terbuka
Keterbukaan dan kesediaan menerima masukan dari orang lain  diperlukan bagi setiap individu agar lebih mengenal potensi dirinya. Dalam teori Joe-Harry Windows dikemukakan 4 pembagian hal berkenaan dengan persepsi individu. Ada bagian dimana ‘aku tidak tahu, orang lain tahu’. Ini disebut area ‘buta’. Masukan dari orang lain atau lingkungan sekitar dibutuhkan terutama dari orang-orang yang dekat dan telah mengenal kita. Coba lah untuk mendengar dan merenungkannya.

2. Perluas wawasan dan jaringan
Dengan memperluas wawasan, kita dibantu agar lebih bijak melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Termasuk dalam menyikapi potensi diri yang ada dalam diri kita. Begitu juga dengan memiliki relasi. Semakin banyak kita bersosialisasi, semakin banyak pula feedback yang akan kita dapatkan dari mereka. Secara tidak langsung mereka dapat menjadi cermin bagi kita.

3. Segeralah temukan passion hidupmu
Tidak ada kata terlambat! Jika kita baru  dapat mengenal potensi diri dewasa ini, segeralah bergerak untuk menemukan passion hidup kita. Passion lah yang akan menggerakkan kita untuk mencapai tujuan hidup. Segala sesuatu jika dilakukan sesuai dengan passion menjadi suatu hal yang luar biasa. Do what you love, love what you do!

4. Ambilah setiap kesempatan yang datang
Kesempatan yang sama memang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Termasuk dalam hal pengembangan potensi diri. Saran Rudi dalam menyikapi kesempatan yang ada di depan kita adalah say YES jika memang yakin, say NO jika memang tidak yakin. Jangan setengah-setengah!

 NOTE :
          Sesudah kita paham,apa itu wirausaha dan siapa diri kita....kita sadar bahwa selama ini mungkin banyak peluang dan waktu yang kita buang percuma dalam hidup kita ini. Yuk guys jika hari ini kamu baca tulisan saya ini,katakan dalam diri Anda dan tanamkan di hati bahwa saya bisa menjadi seorang yang sukses. Rubah pola hidup kita,uang itu tidak mencari kita tetapi kita yang mencari kita.

10 TIPS MEMULAI HIDUP SUKSES BERWIRAUSAHA...

1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi

Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

2. Semangat dan KegigihanAntusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.

3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar BisnisTanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

4. Berani Mengambil ResikoSetiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

5. Kerja KerasHanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain

Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan

Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda

Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.




          "Apa pun yang kau kerjakan, lakukanlah dengan sepenuh hatimu. Jadilah dirimu yang terbaik. Engkau tak mungkin akan sepenuhnya berbahagia dengan menjadi kurang dari yang mungkin bagimu. Ikutilah impian-impianmu; setialah kepada kebaikan yang ada di dalam hatimu. Jadilah seseorang yang bernilai bagi kebahagiaan sesama. Jadilah dirimu yang terbaik "



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar